Berita Hari ini !

Loading...

Minggu, 06 Desember 2009

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) UN SMK Tahun 2010




 

 

 

 

 

baca selengkapnya......

Sabtu, 05 Desember 2009

MOU Dewan Pendiri, Komite, dan Pengelola SMKN Tegalsari

KESEPAKATAN BERSAMA

ANTARA
DEWAN PENDIRI SMK NEGERI TEGALSARI,
KOMITE SMK NEGERI TEGALSARI, DAN
PENGELOLA SMK NEGERI TEGALSARI


NOMOR:   001/MOU/DP-SMKN/2008
NOMOR:              /KMT/SMKN TGSARI/2008        
NOMOR:  421.5/           /SMKN TGSARI/2008


TENTANG PEGELOLAAN SMK NEGERI TEGALSARI
KRASAK TEGALSARI BANYUWANGI

Pada hari ini Rabu tanggal empat bulan Juni tahun dua ribu delapan, yang bertanda tangan di bawah ini:


1. KH. Umaruddin Majid
:
Ketua Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari, berkedudukan di Pondok Pesantren Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari, yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. PRAYUDI S.Sos, MM
:
Ketua Komite SMK Negeri Tegalsari Berkedudukan di Komplek Pondok Pesantren Mamba'ul Huda, Jalan KH. Abdul Majid No. 09 Krasak Tegalsari Banyuwangi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Komite SMK Negeri Tegalsari, yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

3. Magiyono, M.Pd
:
Kepala SMK Negeri Tegalsari Berkedudukan di Komplek Pondok Pesantren Mamba'ul Huda, Jalan KH. Abdul Majid No. 09 Krasak Tegalsari Banyuwangi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama SMK Negeri Tegalsari, yang selanjutnya disebut PIHAK KETIGA.

Berdasarkan pertimbangan :
a.          Bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak;
b.     Bahwa  sistem  dan  pola  pendidikan  haruslah  selalu mengacu dan menitikberatkan kepada nilai-nilai luhur agama dan akhlaq mulia sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang;
c.        Bahwa dalam melaksanakan kegiatan proses pendidikan, sebuah institusi pendidikan harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekitar;
d.      Bahwa pendirian SMK Negeri Tegalsari yang berada di Krasak Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi adalah merupakan keinginan dan partisipasi aktif masyarakat yang berada di lingkungan Krasak dan Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi, dalam rangka mencetak generasi yang selalu taat menjalankan perintah agama di dalam aktivitasnya sehari-hari;
e.        Bahwa para penggagas berdirinya SMK Negeri Tegalsari, yang selanjutnya disebut Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari memiliki ide-ide dasar pendirian SMK Negeri Tegalsari, menjadi motor utama proses pendirian SMK Negeri Tegalsari dan pada akhirnya menjadi salah satu stakeholder bagi SMK Negeri Tegalsari;
f.            Bahwa dalam pengelolaan sekolah, SMK Negeri Tegalsari selalu melibatkan Komite Sekolah;
g.         Bahwa sehubungan dengan butir a, b, c, d, e dan f di atas, maka diperlukan suatu kesepakatan bersama antara Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari, Komite SMK Negeri Tegalsari dan pihak SMK Negeri Tegalsari.

Maka ketiga pihak menyepakati hal-hal sebagai berikut;

1.          Sekolah  menjalankan  manajemen   penyelenggaraan sekolah  dengan  mengacu kepada ide-ide dasar pendirian SMK Negeri Tegalsari yang dibuat oleh Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari yang pada garis besarnya berisi upaya untuk menciptakan sekolah negeri yang memiliki wawasan keagamaan yang cukup, dan menciptakan lulusan dari SMK Negeri Tegalsari yang tidak melupakan kewajiban ibadahnya sehari-hari.
2.       Sekolah  memberikan  akses  seluas-luasnya  kepada  masyarakat  Dusun  Krasak  dan  warga Pondok Pesantren Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi untuk turut menuntut ilmu di SMK Negeri Tegalsari, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah.
3.      Dewan   Pendiri SMK Negeri  Tegalsari melalui Ketuanya , atau perwakilan yang ditunjuk , baik berasal dari dalam atau dari luar Dewan Pendiri, terlibat dalam menentukan jalannya pengelolaan dan kebijakan sekolah.
4.    Sekolah mengadakan komunikasi aktif dengan Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari  melalui Ketua, atau perwakilan yang ditunjuk, baik berasal dari dalam atau dari luar Dewan Pendiri, dalam  penempatan atau menerima penempatan tenaga guru dan karyawan di lingkungan sekolah.
5.    Menunjuk Pembina Kerohanian Sekolah yang berasal dari Pondok Pesantren Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi.
6.  Pondok Pesantren Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi ikut berperan dalam penyelenggaraan pengelolaan pendidikan keagamaan untuk agama Islam SMK Negeri Tegalsari.
7.        Pondok Pesantren Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi adalah salah satu Stakeholder Utama sekolah.
8.    Stakeholder Utama sebagaimana dimaksud pada poin 7 (tujuh) adalah: memiliki kewenangan untuk turut berpikir, bermusyawarah, memutuskan suatu masalah dan menentukan kebijakan yang berhubungan dengan SMK Negeri Tegalsari, sejauh tidak bertentangan dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Pemerintah.
9.   Pondok Pesantren Mamba'ul Huda adalah pihak yang menjadi rujukan dan pemberi fatwa permasalahan keagamaan di SMK Negeri Tegalsari.
10.      Komite SMK Negeri Tegalsari terdiri dari unsur-unsur Pondok Pesantren Mamba'ul Huda, Dewan Pendiri SMK Negeri Tegalsari atau pihak-pihak yang ditunjuk,  dan 60% (enam puluh persen) dari seluruh Pengurus Komite Sekolah berasal dari Yayasan Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi.
11.    Sekolah mencantumkan alamat sekolah dalam kop surat, amplop, profil sekolah, papan nama, web site, promosi sekolah dan media-media lain yang memerlukan identitas sekolah.
12.  Alamat sekolah sebagaimana termaktub pada poin 11 (sebelas) adalah: Komplek Pondok Pesantren Mamba'ul Huda, Jl. KH. Abdul Majid Krasak Tegalsari Banyuwangi.
13.     Memperhatikan saran dari Drs. Sartono pada saat menjabat Kepala SMK Negeri 1 Banyuwangi, sekolah membangun masjid atau mushalla sekolah yang representatif, dengan daya tampung yang layak dan memberi nama "Mamba'ul Huda" pada masjid atau mushalla tersebut.
14.  Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di Tegalsari pada hari, tanggal, bulan dan tahun sebagaimana disebutkan pada awal Perjanjian ini dalam rangkap 5 (lima), lembar pertama, kedua dan ketiga masing-masing dibubuhi materai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah), lembar lainnya tanpa materai tetapi memiliki kekuatan hukum yang sama dan mengikat ketiga pihak.

Dibuat di Banyuwangi pada tanggal : 4 Juni 2008

PIHAK KETIGA,



TERTANDA


MAGIYONO, M.Pd
Penata Tingkat I
NIP. 131 959 805
PIHAK KEDUA,



TERTANDA


PRAYUDI, S.Sos, MM
PIHAK PERTAMA,



TERTANDA


KH. UMARUDDIN MAJID

baca selengkapnya......

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Ujian Nasional Tahun 2010





















baca selengkapnya......

Anekdot Kurikulum


Alkisah, disebuah hutan antah berantah, berdirilah sekolah baru bagi seluruh warga hutan. Sekolah ini memiliki fasilitas dan kurikulum lengkap, sehingga diklaim menjadi sekolah standar A+ berdasarkan maklumat dari pemerintahan Raja Hutan. Sebagai sekolah favorit, siswanya tentulah ramai. Ada si bebek, si kancil, si burung elang, sampai si tikuspun bersekolah disini.
Namun ada kegalauan dihati emak si Tikus, semenjak disekolahkan, si Tikus rajin sekali belajar hal baru. Belajar manjat pohonlah, belajar terbang, belajar menggali tanah sampai belajar berenang. Emak si Tikus gak tahan juga, dan akhirnya bertanya,
“Nak, emang disekolah harus belajar gitu segala? ” Tanya emak tikus pada anaknya.
“Iya mak. Disekolah kita diajari semuanya mak..” Jawab si anak yang lagi belajar terbang.
“Tapi kalo gini, sampai kapanpun kamu gak akan pernah berhasil nak, nilai kamu bakal jelek terus untuk pelajaran berenang, apalagi terbang” timpal emak sedikit resah.
“Habis Kurikulum sekolah mengharuskan kita belajar ini sih mak, jadi mo gimana lagi?” balas menimpali si anak.


“Boleh saja belajar hal yang baru, tapi kamu memiliki kecerdasan hakiki (mengerat) yang harus kamu kembangkan nak..Jangan-jangan karena terlalu banyak belajar hal baru, kamu lupa bagaimana caranya mengerat. Akhirnya apa, kamu tidak memiliki kemampuan cukup karena hasilnya malah setengah semua, terbang gak bisa, mengerat yang jadi keahlianmu pun lupa…” Ungkap emak.
“Benar juga ya mak! Temenku si burung Elang pun sekarang aneh. Dia sering lupa bagaimana caranya terbang karena keasyikan belajar berenang. Keahlian utamanya malah gak berkembang…” Ujar si anak Tikus sembari berhenti dari kegiatannya.
“Ya udah, besok emak bersama orangtua murid akan menghadap komite sekolah, gimana solusinya agar siswa berkembang optimal. Apakah harus menggunakan kurikulum KTSP seperti yang emak denger dari bangsa manusia..” Kata si emak sembari menyiapkan minuman buat si anak.
“KTSP ? Apa lagi tu mak?” Tanya si anak heran.
“KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ciptaan bangsa manusia. Intinya bagaimana mengoptimalkan kecerdasan siswa yang ternyata beragam, majemuk. Meski sama namanya, manusia, tapi mereka benar-benar berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, tidak ada lagi panggilan bodoh/goblok. Yang ada dia tidak cerdas pada bidang tertentu, tapi cerdas dibidang yang lain…” Jelas si emak.
“Wah, bisa diterapin gak ya mak di negeri hutan? Kayaknya KTSP bisa jadi solusi untuk mendongkrak kecerdasan hakiki tiap siswa disekolahku mak..”
“Tergantung bagaimana guru mengolah kurikulum tersebut. Lagi pula kita tunggu juga hasilnya, karena KTSP masih setengah jalan. Bangsa manusia sendiri masih kebingungan untuk menerapkannya…” si emak menjelaskan.
“Tambah berat dung beban guru ya mak? Berarti dia harus memiliki kecerdasan yang mewakili tiap individu yang berbeda…ckk…ck..ck..salut buat guru…” Terkagum-kagum si anak mendengar penjelasan emaknya.
“Makanya, buat kamu yang otaknya sedikit, jangan jadi guru. Mending kamu cari kerjaan lain. Lagi pula jadi guru gajinya kecil, tapi tuntutannya besar. Tapi anehnya, bangsa manusia tau itu, tapi mereka seolah tak mau tahu…dah gih, mandi sono…badan kamu bau..” Kata emak menutup pembicaraan.(by : hrtn)

baca selengkapnya......
 

© 2009 Fresh Template. Powered by KKPI team smkn tegalsari.

Fresh Template by hartono